Membuka perpustakaan Donguibogam...
Membuka perpustakaan Donguibogam...

Konten ini adalah versi terjemahan yang cermat dari catatan medis tradisional Korea (Donguibogam) dan interpretasi modernnya. Disediakan hanya untuk tujuan informasi. Silakan berkonsultasi dengan profesional perawatan kesehatan sebelum membuat keputusan kesehatan apa pun.
Mengapa kita mengalami penderitaan ini?
"Bahu terasa sekeras batu, tengkuk kaku, mata buram dan kesat hingga kepala berdenyut? Apakah Anda mengira gejala-gejala ini muncul hanya karena lelah biasa? Sebenarnya postur tubuh kita mungkin sedang perlahan-lahan menggerogoti kesehatan mata tanpa disadari."

Istilah 'postur kepala maju' kini tentu sudah sangat akrab terdengar. Saat bertemu pasien yang mengeluhkan kelelahan bahu, leher, dan mata di ruang praktik, hal pertama yang diperiksa adalah postur tubuhnya. Ketika kita menatap ponsel pintar atau komputer dengan postur membungkuk dalam waktu lama, leher akan menjulur ke depan dan bahu membungkuk ke dalam, memicu kondisi yang disebut sindrom leher kura-kura. Namun, tahukah Anda bahwa postur kepala maju ini bukan sekadar masalah penampilan atau nyeri leher semata? Hal ini ternyata juga memberikan dampak yang sangat fatal pada kesehatan mata kita. Dari sudut pandang ilmiah, saat kita memajukan leher dan mempertahankan postur membungkuk dalam waktu lama, kelengkungan normal berbentuk C pada tulang leher (vertebra servikal) akan runtuh, sehingga rentan berubah menjadi sindrom leher lurus atau leher berbentuk C terbalik. Jika hal ini terjadi, otot-otot di sekitar vertebra servikal, terutama otot suboksipital, otot trapezius, dan otot sternokleidomastoid, akan mengalami ketegangan berlebih. Ketegangan otot-otot ini tidak sekadar menimbulkan rasa nyeri. Di antara otot-otot ini melintas pembuluh darah dan saraf penting menuju otak, dan saat otot menegang kaku, pembuluh darah serta saraf tersebut akan tertekan. Secara khusus, hubungan neurologis yang berkaitan dengan mata bahkan lebih mengejutkan. Di sekitar vertebra servikal terdistribusi berbagai saraf termasuk saraf oksipital. Jika saraf-saraf ini tertekan, berbagai sakit kepala seperti sakit kepala oksipital dan migrain dapat terpicu. Sakit kepala ini sering kali menjalar ke sekitar mata, menyebabkan mata berdenyut nyeri, sakit, atau menambah rasa lelah. Lebih jauh lagi, kondisi ini berpengaruh langsung pada sirkulasi darah menuju mata. Ketika pembuluh darah di sekitar leher tertekan, pasokan oksigen dan nutrisi ke otak dan mata akan berkurang, sehingga meningkatkan kelelahan mata secara drastis. Gejala seperti sindrom mata kering yang membuat mata terasa kesat dan kering, atau gangguan akomodasi mata yang membuat pandangan kabur, juga berhubungan erat dengan mekanisme ini. Selain itu, postur tubuh yang buruk juga memengaruhi sistem saraf otonom. Sistem saraf otonom tubuh kita mengatur fungsi bawah sadar seperti detak jantung, pencernaan, dan fungsi kelenjar lakrimal. Jika saraf simpatik teraktivasi berlebihan akibat stres atau postur tubuh yang buruk, sekresi air mata dapat berkurang sehingga sindrom mata kering semakin parah, dan ketegangan otot di sekitar mata meningkat hingga memperparah kelelahan mata. Sindrom VDT (Visual Display Terminal) yang umum terjadi pada masyarakat modern, yaitu gejala gabungan pada mata, leher, dan bahu akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama, sering kali muncul melalui mekanisme ini. Kesimpulannya, postur kepala maju dan postur tubuh yang buruk bukan sekadar masalah leher, melainkan salah satu penyebab utama yang mengguncang akar kesehatan mata dan menurunkan kondisi tubuh secara keseluruhan. Bagaikan pohon yang bengkok sulit menghasilkan buah yang sehat, jika tulang belakang dan leher yang menjadi poros tubuh tidak tegak lurus, berbagai organ termasuk mata akan sulit menjalankan fungsinya secara optimal. Oleh karena itu, mulai sekarang, saat mata terasa buram dan kepala terasa sakit, daripada hanya mencari obat tetes mata, periksalah kembali apakah postur tubuh sudah benar serta apakah leher dan bahu terasa terlalu tegang. Postur tubuh yang sehat akan menghasilkan mata yang sehat dan menghadirkan keseharian yang lebih berenergi.

2 metode yang bisa Anda praktikkan sekarang juga
Luangkan waktu sejenak di kursi Anda setiap satu jam sekali untuk mengangkat bahu setinggi mungkin ke arah telinga lalu menjatuhkannya dengan rileks, kemudian regangkan leher ke kiri dan kanan secara perlahan. Cara ini sangat efektif untuk melemaskan otot yang tegang dan membantu sirkulasi darah, persis seperti membuka kembali keran air yang sempat tertutup.
Aturlah monitor komputer agar sejajar atau sedikit di bawah ketinggian mata, dan jaga jarak layar antara 50 hingga 70 cm. Saat melihat ponsel pintar, biasakan mengangkat perangkat tersebut hingga setinggi mata daripada menundukkan kepala. Perubahan kebiasaan kecil ini akan sangat meringankan beban pada leher dan mata.

頭風目眩, 或頭痛引目.
Kepala terasa sakit dan pusing, atau sakit kepala menjalar hingga ke mata.
Kami menganalisis 'Donguibogam' karya Heo Jun, Warisan Ingatan Dunia UNESCO, menggunakan ilmu data modern dan AI. Tujuan kami adalah menafsirkan kembali kebijaksanaan pengobatan tradisional yang tersembunyi dalam teks-teks kuno agar sesuai dengan gaya hidup orang modern yang sibuk dan menyampaikannya dengan cara yang mudah dipahami.
Perhatian (Penafian): Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan berdasarkan literatur sejarah dan tidak dapat menggantikan diagnosis dan perawatan medis. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis.