Membuka perpustakaan Donguibogam...
Membuka perpustakaan Donguibogam...

Konten ini adalah versi terjemahan yang cermat dari catatan medis tradisional Korea (Donguibogam) dan interpretasi modernnya. Disediakan hanya untuk tujuan informasi. Silakan berkonsultasi dengan profesional perawatan kesehatan sebelum membuat keputusan kesehatan apa pun.
Mengapa kita mengalami penderitaan ini?
"Di zaman sekarang, mencari orang yang tidak mengonsumsi suplemen mungkin lebih sulit. Terutama vitamin A yang terkenal baik untuk kesehatan mata, banyak orang yang meminumnya. Namun, pernahkah Anda merasa rasa lelah tidak kunjung hilang, area hati terasa kaku dan tubuh terasa berat? Mungkin saja saat ini hati kita sedang menjerit."

Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang sangat penting untuk mempertahankan penglihatan, memperkuat fungsi imunitas, serta pertumbuhan dan diferensiasi sel. Namun, selaras dengan filosofi pengobatan tradisional Korea bahwa segala sesuatu yang berlebihan sama buruknya dengan kekurangan, kedokteran modern juga memperingatkan bahwa asupan vitamin A berlebih dapat memicu masalah kesehatan serius, yaitu kondisi yang disebut ‘hipervitaminosis A’. Kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena dapat menimbulkan cedera fatal, terutama pada hati. Vitamin A secara garis besar terbagi dalam dua bentuk. Pertama adalah ‘vitamin A terbentuk’ dalam wujud ‘retinol’ yang terdapat pada pangan hewani atau suplemen gizi, dan yang kedua adalah ‘karotenoid provitamin A’ seperti beta-karoten yang melimpah pada pangan nabati. Masalah utama umumnya timbul dari vitamin A terbentuk dalam wujud retinol. Beta-karoten hanya diubah menjadi vitamin A saat tubuh membutuhkannya sehingga risiko toksisitasnya sangat rendah, tetapi retinol yang dikonsumsi berlebihan langsung menumpuk di dalam tubuh dan dapat memicu toksisitas. Di dalam tubuh kita, vitamin A terutama disimpan di ‘sel stelata’ yang berada di hati. Hati adalah organ utama penyimpan vitamin A, sekaligus berupaya terus-menerus mendetoksifikasi kelebihan vitamin A. Namun, jika kadar vitamin A di dalam tubuh menjadi terlalu banyak hingga melebihi kapasitas pengolahan hati, penumpukan vitamin A berlebih di sel stelata dapat memicu stres pada sel dan menimbulkan reaksi peradangan. Pada paparan vitamin A dosis tinggi secara kronis, sel stelata akan teraktivasi dan mulai memproduksi kolagen berlebih; jika proses ini terus berlanjut, fibrosis hati pada jaringan hati akan berkembang. Fibrosis hati adalah kondisi saat hati mengeras dan kaku, yang pada tahap awal mungkin tidak menunjukkan gejala, namun perlahan-lahan menyebabkan hipofungsi hati. Jika memburuk, kondisi ini dapat berkembang menjadi sirosis hati yang merusak fungsi detoksifikasi serta sintesis protein hati secara serius, bahkan berisiko menimbulkan komplikasi berat seperti hipertensi portal dan ensefalopati hepatik. Gejala toksisitas vitamin A dapat muncul secara akut maupun kronis. Toksisitas akut terjadi saat mengonsumsi dosis tinggi dalam jangka pendek, dengan gejala seperti sakit kepala, mual, muntah, pusing, penglihatan kabur, dan mialgia. Toksisitas kronis muncul akibat konsumsi dosis yang relatif lebih rendah dalam jangka panjang, yang dapat menimbulkan gejala xerosis kutis, alopesia, rasa lelah, nyeri sendi, osteoporosis, dan yang terpenting adalah disfungsi hati berupa peningkatan kadar enzim hati dan hepatomegali. Perkembangan cedera hati dapat didiagnosis melalui tes darah untuk memeriksa kadar enzim hati (aspartat aminotransferase, alanin aminotransferase), mengukur konsentrasi vitamin A dalam darah, serta bila diperlukan melalui pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi abdomen, tomografi terkomputasi, dan MRI. Mengonsumsi suplemen berlebihan hanya karena mendengar kabar bahwa zat tersebut ‘baik’ justru dapat menjadi toksin bagi tubuh kita. Terlebih lagi, hati kerap disebut sebagai organ yang hening karena gejalanya sering kali baru muncul terlambat, sehingga pengelolaan saksama terhadap kebiasaan hidup sehari-hari dan asupan suplemen sangatlah diperlukan.

2 metode yang bisa Anda praktikkan sekarang juga

凡藥之治病 皆毒也 不可過服過用
Pada dasarnya obat mengendalikan penyakit, namun semuanya adalah toksin. Tidak boleh dikonsumsi berlebihan atau digunakan secara berlebihan.
Kami menganalisis 'Donguibogam' karya Heo Jun, Warisan Ingatan Dunia UNESCO, menggunakan ilmu data modern dan AI. Tujuan kami adalah menafsirkan kembali kebijaksanaan pengobatan tradisional yang tersembunyi dalam teks-teks kuno agar sesuai dengan gaya hidup orang modern yang sibuk dan menyampaikannya dengan cara yang mudah dipahami.
Perhatian (Penafian): Konten ini bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan berdasarkan literatur sejarah dan tidak dapat menggantikan diagnosis dan perawatan medis. Jika Anda memiliki masalah kesehatan, silakan berkonsultasi dengan dokter spesialis.