Mari meninjau kearifan Donguibogam dari sudut pandang kedokteran modern. Salah satu penyebab utama datangnya nyeri perut kanan atas yang mendadak dan hebat, muntah, serta dispepsia bisa jadi adalah kolelitiasis. Kolelitiasis adalah penyakit timbulnya batu di dalam kandung empedu tempat penyimpanan empedu yang diproduksi hati, atau di dalam saluran empedu tempat mengalirnya cairan tersebut. Batu empedu ini terbentuk dari gumpalan kolesterol, pigmen empedu, dan kalsium. Akibat pengaruh pola makan yang kian terbaratkan, angka kejadian batu empedu kolesterol pun makin meningkat di negeri kita. ๐ฝ๏ธ
Lantas, mengapa batu empedu terbentuk? Empedu tubuh adalah cairan penting yang membantu mencerna lemak. Akibat berbagai faktor, kadar kolesterol dalam empedu dapat meningkat atau keseimbangan komponen penyusun empedu terganggu, sehingga kristal mulai terbentuk. Kristal-kristal kecil ini bertambah besar hingga menjadi batu. Khususnya penurunan berat badan yang drastis, kehamilan, konsumsi obat tertentu, pola makan tinggi lemak, dan faktor genetik diketahui dapat meningkatkan risiko timbulnya kolelitiasis. Jika batu empedu hanya diam tenang di dalam kandung empedu, mungkin tidak ada gejala sama sekali, tetapi masalah timbul ketika batu tersebut bergerak menyumbat duktus sistikus atau saluran empedu utama.
Sumbatan batu pada saluran empedu menghambat aliran empedu dan menyebabkan kandung empedu berkontraksi hingga timbul rasa nyeri hebat yang disebut kolik biliar. Nyeri ini terutama muncul di area perut kanan atas dan ulu hati, dapat menjalar ke punggung atau bahu kanan, serta sering berupa nyeri tajam menusuk seperti sayatan pisau. Nyeri cenderung dipicu atau diperberat terutama saat mengonsumsi makanan berlemak, karena kandung empedu berkontraksi kuat untuk mencerna lemak sehingga batu semakin mengiritasi saluran empedu. Ketika empedu tidak dapat dikeluarkan dan tekanan di dalam kandung empedu meningkat, gejala seperti muntah hebat, mual, serta dispepsia juga dapat menyertai. ๐คข
Kolelitiasis bukan sekadar memicu rasa nyeri, melainkan juga perlu diwaspadai komplikasinya. Sumbatan total pada duktus sistikus oleh batu empedu dapat berlanjut menjadi radang kandung empedu yaitu kolesistitis akut. Lebih lanjut, jika batu menyumbat saluran empedu utama, kondisi ini dapat berkembang menjadi kolangitis akut yang disertai ikterus, demam, dan menggigil, atau menjadi pankreatitis akut yang dapat mengancam jiwa. Dalam situasi seperti ini, diagnosis dan penanganan yang cepat sangatlah penting. Diagnosis umumnya ditegakkan melalui pemeriksaan ultrasonografi abdomen, dan bila diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti tomografi terkomputasi atau MRI dapat dilakukan.
Kedokteran modern telah membuat kemajuan luar biasa dalam mendiagnosis serta menangani kolelitiasis, namun hal terpenting adalah tidak mengabaikan sinyal tubuh dan mencari bantuan profesional pada saat yang tepat. Jika timbul gejala yang tidak biasa, periksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan diagnosis dan konsultasi yang tepat. ๐ฉโโ๏ธ