Membuka perpustakaan Donguibogam...
Membuka perpustakaan Donguibogam...
Membuka ensiklopedia gejala...

‘Aduh, leherku!’ Pernahkah Anda tanpa sadar mengeluhkan hal ini saat bangun di pagi hari? Mungkin Anda menahannya karena mengira leher kaku dan bahu pegal adalah hal yang wajar seiring bertambahnya usia. Padahal tidak demikian, tubuh kita tidak pernah mengirimkan sinyal sekecil apa pun tanpa alasan. Mari kita simak sinyal tubuh tersebut hari ini.

Pernahkah Anda terbangun di pagi hari karena bahu, lengan, hingga ujung jari terasa kesemutan dan kebas? Rasa ingin tahu pun muncul, apakah tanpa sadar Anda tidur berbantalkan lengan, tertidur dengan leher menunduk saat menatap ponsel, atau duduk di depan komputer hingga larut malam kemarin. Rasa cemas pun kerap menyertai ketika menduga ini sekadar salah urat biasa, namun jika nyeri ini berulang, timbul kekhawatiran akan adanya penyakit serius.

Pernahkah Anda terbangun di pagi hari dan mendapati leher terasa kaku serta nyeri hingga sama sekali tidak bisa menoleh ke samping? Hanya karena bangun tidur, muncul rasa bingung mengapa tiba-tiba leher kaku dan tegang ('dam'), dan rasa tidak nyaman sepanjang hari tentu sangat saya pahami.

Pernahkah Anda tiba-tiba merasakan tengkuk menusuk dan bahu terasa sangat berat saat menatap ponsel pintar atau bekerja di depan komputer? Apakah Anda mengabaikannya dengan berpikir, 'Hanya sedikit pegal saja'? Anda mungkin belum mengetahui penyebab sebenarnya di balik rasa sakit sederhana tersebut, layaknya 'sakelar rasa sakit' yang tersembunyi di suatu tempat di dalam tubuh Anda.

Apakah bahu Anda membungkuk dan punggung terasa kaku setelah seharian bekerja di meja? Postur ini perlahan mengancam kesehatan Anda.

Saat bangun pagi, apakah bahu terasa sangat berat seperti tertindih beban dan leher belakang terasa kaku seperti ditarik? Bagi Anda yang bahu dan lehernya mengeras seperti batu setiap kali stres, apakah Anda menganggap rasa nyeri ini sebagai hal yang wajar?