Membuka perpustakaan Donguibogam...
Membuka perpustakaan Donguibogam...
Membuka ensiklopedia gejala...

“Aduh, di bagian sini sakit sekali!” Apakah ucapan ini sering keluar dari bibir Anda setiap hari? Bahu, punggung, pinggang... area tertentu terasa menusuk-nusuk, bahkan ada titik tekan nyeri yang membuat menjerit saat ditekan. Jika Anda merasa lelah akibat nyeri kronis, pembahasan kali ini akan sangat Anda butuhkan.

Nyeri pinggang menusuk setiap bangun pagi, rasa kebas yang menjalar hingga ke kaki… Apakah Anda mengabaikannya dan berpikir “nanti juga membaik” hanya karena tidak ada waktu ke rumah sakit? Layaknya seorang kakak perempuan yang peduli, saya ingin menegaskan satu hal: rasa tidak nyaman itu sama sekali tidak boleh diabaikan!

Pernahkah Anda terbangun di pagi hari karena bahu, lengan, hingga ujung jari terasa kesemutan dan kebas? Rasa ingin tahu pun muncul, apakah tanpa sadar Anda tidur berbantalkan lengan, tertidur dengan leher menunduk saat menatap ponsel, atau duduk di depan komputer hingga larut malam kemarin. Rasa cemas pun kerap menyertai ketika menduga ini sekadar salah urat biasa, namun jika nyeri ini berulang, timbul kekhawatiran akan adanya penyakit serius.

Pernahkah Anda merasakan nyeri menusuk seperti ditikam pisau di tengah punggung, atau sensasi kebas menyengat seperti tersetrum listrik? Kita mungkin sudah sering mendengar tentang hernia diskus servikal atau hernia diskus lumbal, tetapi masalah diskus di area punggung terasa cukup asing. Kondisi ini bisa jadi merupakan tanda bahaya dari hernia diskus toraks di bagian tengah tulang belakang.

Apakah saat ini Anda berulang kali membetulkan posisi duduk akibat nyeri pinggang? Apakah rasa nyeri menusuk yang menjalar hingga ke kaki membuat Anda sulit tidur malam dan terpaksa melewatkan olahraga kesukaan? Saat memeriksakan diri ke rumah sakit, dokter menyebutnya 'hernia diskus lumbal' atau tepatnya hernia nukleus pulposus. Nama penyakitnya saja terdengar menyakitkan, dan pengobatan tradisional Korea memandang akar penyebab nyeri pinggang ini sebagai 'lumbago akibat defisiensi ginjal'.